gwendolineabsalon.com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan menunjukkan tanda-tanda perbaikan pada triwulan IV 2025, menurut Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Hal ini didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan realisasi investasi yang lebih baik. Dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI pada Desember 2025 di Jakarta, Perry menjelaskan bahwa belanja sosial pemerintah serta keyakinan masyarakat terhadap pendapatan dan lapangan kerja berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi.
Dari sisi investasi, sektor nonbangunan menunjukkan kinerja positif berkat meningkatnya kepercayaan pelaku usaha. Hal ini terlihat dari indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) yang menunjukkan tren ekspansi dalam industri manufaktur. Sektoral yang memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan meliputi industri pengolahan, perdagangan, transportasi, serta akomodasi dan makanan.
Namun, Perry juga mengingatkan pentingnya penguatan permintaan domestik mengingat prediksi melambatnya kinerja ekspor. Ini disebabkan oleh berakhirnya frontloading ekspor ke Amerika Serikat serta penurunan permintaan dari Tiongkok dan India. Secara keseluruhan, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2025 berada dalam kisaran 4,7 hingga 5,5 persen, dengan momentum ini diprediksi berlanjut ke tahun mendatang, meningkat menjadi 4,9 hingga 5,7 persen.
Stabilitas harga di dalam negeri yang terjaga turut mendukung pertumbuhan ekonomi yang positif ini. Pihak BI berharap bahwa langkah-langkah yang diambil dalam meningkatkan konsumsi dan investasi dapat menstimulasi pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.
![Proyeksi BI menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat di Q4 | gwendolineabsalon.com [original_title]](https://gwendolineabsalon.com/wp-content/uploads/2025/12/2025-12-17-145213_1.jpg)
![Kapal Tenggelam di DKI dan Pramono Menolak Atlet Israel | gwendolineabsalon.com [original_title]](https://gwendolineabsalon.com/wp-content/uploads/2025/10/Kepala-SAR-Desiana-Kapal-Surya-Bahari-428x400.jpeg)
