gwendolineabsalon.com – Jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat mencapai 19,3 juta hingga Oktober 2025. Kenaikan ini sejalan dengan upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan, salah satunya melalui peluncuran ulang aplikasi iKISI oleh PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia. Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia Bursa Efek Indonesia (BEI), Risa E. Rustam, menyatakan bahwa pertumbuhan jumlah investor ini menunjukkan signifikan peningkatan, dengan hampir 4,5 juta investor baru terdaftar.
Risa menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam mengenai produk dan risiko investasi bagi para investor. “Saat ini, basis investor di pasar modal terus bertumbuh. Namun, penting bagi mereka untuk melakukan investasi yang bertanggung jawab dan memahami profil risiko masing-masing,” ujarnya di Gedung BEI pada Kamis, 13 November 2025.
Dia juga mengingatkan bahwa semua transaksi harus dilakukan melalui lembaga resmi yang diawasi untuk memastikan keamanan investasi. Hal ini penting untuk menjaga integritas pasar modal dan melindungi kepentingan investor, terutama di tengah pertumbuhan yang pesat.
Di sisi lain, Presiden Direktur KISI, Kyoung Hun Nam, menjelaskan bahwa pembaruan aplikasi iKISI merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas akses bagi investor. “Kami berkomitmen agar setiap investor, baik pemula maupun berpengalaman, merasa percaya diri dalam mengelola investasinya,” katanya.
Kyoung juga mengajak para investor untuk memanfaatkan fitur digital dalam aplikasi guna memperdalam pengetahuan dan partisipasi di pasar modal. Kolaborasi antara BEI dan institusi keuangan seperti KISI diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat terlibat dalam investasi yang berkelanjutan dan menguntungkan.